Artikel hasil terjemahan google translate tidak memadai dikirim ke jurnal

Pengalaman mereview artikel mhs yg diterjemahkan dengan Google translate menunjukan bahwa jangankan orang asing, orang Indonesia pun sering tdk paham maknanya. Bagi pembimbing, dering kali terasa lebih mudah menulis ulang dari pada mengedit hasil terjemahan. Pengalaman yang sama akan dialami oleh reviewer jurnal. Diperlukan satu sampai dua hari untuk mengomentari atau meluruskan bhs Inggrisnya suatu artikel. Jika tdk dilakukan demikian maka kualitas jurnal atau proceeding akan diragukan. Mungkin penyelenggara atau reviewer akan diblacklist. 
Tidak semua padanan kata bhs Indonesia menjadi bermakna saat diterjemahkan. Kota Malang akan diganti dengan  unlucky city, penguasaan materi pelajaran diterjemahkan sebagai mastery of subjeck matter.   Googlelate juga akan menerjemahkan semua menjadi kalimat menjadi kalimat present tense padahal saat menjelaskan hasil penelitian org lain, metode dan hasil penelitian yg sudah dilakukan perlu kalimat past tense. Tip menghindari kesalahan maka  :
(1) naskah asli bahasa Indonesia hrs ada bersamaan dengan versi terjemahan.
(2) dibaca berulang-ulang (>5x) agar dpt dirasakan maknanya. Biasanya bhs Inggris lebih singkat & padat dibandingkan bhs Indonesia. Kalau penulisnya saja tdk paham apalagi reviewer.
(3) diminta yang paham bahasa Inggris untuk membaca ulang.
(4) direvisi dengan dengan bhs Inggris yg benar sekali pun tdk persis sama kalimatnya dengan naskah asli. Sesuaikan dengan gaya bahasa Inggris bukan hanya terjemahan gaya bahasa Indonesia. 
(5) diperhatian dimana pemakaian kalimat past tense, jangan ada kesalahan grammar; hrs jelas minimal ada subjek & predikat. Kalimat yg panjang dapat dipotong menjadi dua untuk lebih mudah dipahami.
(6) dilakukan spelling & grammar check sebelum kirim. 
Waallahua'lam.