Kreativitas Penelitian Pendidikan & Pembelajaran Sering Terkunci dalam  Prosem Sekolah

Kalau kita perhatikan tren judul skripsi & atau thesis bidang pendidikan & Pembelajaran terkesan sangat monoton minim kreativitas. Penelitian berputar di sekitar penerapan model pembelajaran tertentu pada pokok bahasan yg berada di kls 2 (SLTP atau SLTA), di sekolah tertentu sekitar Banda Aceh atau Besar. Keadaan ini mengakibatkan sukar menemukan novelty penelitian shg publikasi sering ditolak. Dapat dipahami bahwa niat peneliti ingin memperbaiki sistem pembelajaran di sekolah itu tapi sebenarnya hanya mampu melakukan uji coba yg blm tentu efektif, blm ada modul standard, peneliti juga blm pernah melihat model pembelajaran nya. Hasil penelitian pun sudah bisa ditebak nilai siswa tiba-tiba naik secara signifikan setelah perlakuan walaupun hanya dalam satu atau kali pertemuan pembelajaran. Hal ini disebabkan kreativitas terkunci dalam mengikuti Prosem Sekolah & upaya mencapai indikator pembelajaran. Padahal model pembelajaran (PBL, PjBL, STEM, Inkuiri & sejenisnya yg menuntut kreativitas biasa melibatkan multi disiplin dan memungkinkan lebih dari satu alternative jawaban dan boleh jadi di luar indikator pembelajaran. Salah satu upaya mengatasi masalah ini ialah dengan cara melakukan penelitian di luar aktivitas jam pelajaran reguler sekolah. Dapat dilakukan sebagai jam praktikum, less sore hari, jam muatan lokal atau kesempatan lainnya sehingga hasil penelitian lebih objektif, mhs tdk harus terburu-buru mengejar jam pelajaran, siswa tdk rugi terhadap penguasaan konsep wajib yg ternyata masih diujicobakan. Wallahu alam.