Menulis pendahuluan artikel Journal internasional

Bagian pendahuluan adalah bagian yang menjadi perhatian penting dlm sebuah artikel ilmiah baik dalam proposal maupun laporan penelitian. Reviewer tdk banyak waktu  untuk membaca narasi yang bertele-tele mereka mencari  urgensi penelitian, state of the art (kajian literatur yg relevan) dan kemudian novelty (kebaruan) serta tujuan  penelitian. Jika laporan penelitian (termasuk skripsi) diterjemahkan ke dlm bhs Inggris, maka hrs dilakukan dengan sangat teliti. Salah satu yg sukar disesuaikan ialah gaya penulisan yg tdk sesuai dengan gaya penulisan bahasa Inggris. Pastikan bukan terjemahan langsung google translate. Sebelum dikirim harus dibaca minimal 5 kali & pastikan tidak satupun kesalahan grammar & spelling. Karena kalau banyak kesalahan tata bahasa & ejaan maka langsung ditolak sebelum habis mereka baca. Struktur pendahuluan biasanya terdiri dari komponen ; 
(1) Urgensi Penelitian.
Pendahuluan diringkas menjadi maximum 1 halaman terfokus pada latarbelakang masalah. Tidak diperlukan teori yang sudah banyak diketahui orang atau definisi-definisi karena pembaca adalah orang juga ahli di bidang itu.
Pendahuluan biasanya diawali dengan memperkenalkan masalah dan urgensi penelitian. Penulis perlu menyusun argumentasi didasarkan pada fakta & teori bahwa masalah yg teliti adalah sesuatu yg penting & berdampak luas. Kalau pun masalah yg dikaji bersifat lokal maka diupayakan sebagai studi kasus atau model yg nilai-nilainya dpt berimplikasi lebih luas. Misalnya, kesenian tradisional suku tertentu tidak banyak yg menilainya sebagai sesuatu yang urgen dibicarakan. Namun  penulis yang cerdas dapat menyakinkan pembaca tentang keunikannya, nilai luhur, peranannya mencegah kriminalitas dan  menjadi sarana pembinaan kharakter bangsa. Contoh lainnya; tidak banyak menyadari bahwa cacing tanah  menjadi sesuatu yang penting untuk dibahas. Namun Zulfadli dkk (2012) mampu menyakinkan pembaca bahwa cacing tanah dapat memberi kontribusi yang luar biasa manusia. Ia dapat menggantikan urea yg berdampak buruk karena dapat mencemari lingkungan. Dapat mengurangi subsidi pupuk, berperan mengolah limbah dan bahkan cacing dapat menjadi komoditi. 
(2) mengelaborasi state of the art.
Setelah menjelaskan urgensi penelitian, maka perlu dijelaskan sejauhmana (apa saja) yang sudah diteliti oleh orang lain yg berkaitan dengan masalah yg diperkenalkan tadi. Pada bagian ini penulis menyakinkan pembaca bahwa ia sudah mengkaji berbagai literatur namun belum ada yg persis sama dengan masalah yg ia kaji sehingga Penelitiannya atau laporan penelitian akan mengungkap sesuatu yang baru bagi ilmu pengetahuan. Disini tempat menjelaskan novelty Penelitian. Literatur hrs dari Journal internasional terbaru atau paling tua 10 tahun. Ditulis dalam kalimat past tense. Pengutipan referensi tdk perlu uraian detail melainkan hanya memberi kesan apa saja yang sudah dilakukan orang lain dan apa yang belum sehingga menjadi topik penelitian yg dilakukan. Selain itu kutipan juga memaparkan bukti ilmiah untuk memperkuat argumentasi penulis. 
(3) merumuskan permasalahan & tujuan penelitian
Rumusan masalah perlu diungkap dengan jelas sehingga pembaca dapat fokus mencari jawaban terhadap permasalahan yg diungkapkan di awal tadi. Permasalahan dan  tujuan penelitian dapat diungkapkan secara naratif baik eksplisit maupun implisit.

Bagi Jurnal di bidang ilmu sosial (termasuk ilmu pendidikan) sering ada tambahan bagian literatur review setelah pendahuluan & contex of study (bidang/batasan ilmiah pembahasan)
Wallahu'alam
.