Inovasi sederhana untuk membantu masyarakat

Dosen di perguruan tinggi tidak hanya mempunyai tugas melakukan pengabdian kepada masyarakat melainkan juga punya mahasiswa dan fasilitas untuk mendukung kegiatan tersebut. Suatu ide inovasi dapat diuji lebih dahulu oleh mahasiswa dalam matakuliah seminar, tugas kuliah, satu atau dua sesi dari kegiatan praktikum, PKM, skripsi, tugas akhir dan lainnya. Jika inovasi tdk sempurna pada tahun pertama maka dapat disempurnakan oleh mahasiswa oleh angkatan berikutnya. Banyak sekali unit kegiatan organisasi mahasiswa yang bisa ditransformasi menjadi unit pengembangan inovasi & kewirausahaan. Dana juga disediakan secara nasional dengan berbagai skim termasuk dana inkubator bisnis, PKM mahasiswa dan bahkan beberapa universitas menyediakan dana PNBP (uang kuliah mahasiswa) untuk kegiatan tersebut. Namun kenyataannya banyak dosen mengeluh  tidak mempunyai kinerja pengabdian. Hal ini mungkin karena tidak direncanakan dengan baik dan tidak menyisakan waktu untuk berpikir di tengah aktivitas harian yang padat. 

Inovasi sederhana tidak selalu mahal dan canggih dan penemunya tidak harus memiliki kepakaran yang biasa dan bidang ilmu yang sesuai. Sedikit saja dirubah dari produk yang sudah ada sudah dapat diklaim sebagai  inovasi. Sebagai contoh kita dapat merasakan kesukaran membuka kulit durian, maka dapat dibuat alat yang sederhana (manual) alat pembuka kulit durian, mungkin harganya kurang dari satu juta, produknya dapat pula dipatenkan sebagai paten sederhana. Demikian juga para Lansia susah menurun galon air dari mobil, maka dapat dirakit troli yang dilengkapi dongkrak memindahkan galon air dari mobil ke troli. 

Kalau kita lihat garam tradisional ternyata dijual curah yang disimpan dalam goni plastik yang sudah hitam bercampur debu. Maka sudah saatnya dimunculkan inovasi terhadap kemasan  dan pemurniannya. Taat kala kita melihat permasalahan limbah maka kiranya dapat muncul inovasi merubah menjadi sesuatu yang bermanfaat atau menghilangkan dampak buruknya.  Di bidang biologi dapat muncul inovasi perangkap kecoa, semut dan serangga lainya, pot dengan cadangan air otomatis dll. Demikian pula Ilmu sosial,  dapat dikembangkan berbagai inovasi jasa termasuk membantu usaha masyarakat, seperti membimbing materi konsultasi online tentang pajak, hukum, bimbingan keluarga & karir, bimbel, kesehatan diet, dll.  Saat ini telah mulai berkembang pencarian internet menggunakan suara  sehingga tidak perlu memegang keyboard, seperti yang sudah ditetapkan mencari alamat menggunakan google map sambil menyetir. Hal ini dapat memunculkan inovasi untuk mengembangkan website yang berisi file audio (cerita anak, kesehatan, resep masakan dll) sehingga pengguna internet memungkinkan mendengar informasi sambil mengerjakan yang lain, misalnya sambil masak, menyetir atau sedang bersantai menikmati alam. Namun ide membantu masyarakat untuk mengembangkan sistem itu hanya dapat muncul setelah menyisihkan waktu untuk mengamati, memikirkan berbagai alternatif, membaca referensi dan mencoba lebih dahulu di lab bersama mahasiswa, dan sudah pasti hasil awal nya tidak akan sempurna dalam sekali buat, banyak kendala yang dilalui. Diperlukan penyempurnaan berulang kali untuk dapat memuaskan. Tetapi sering kali kita sudah lebih dulu mundur pada saat membayangkan adanya kesulitan sebelum berusaha mengatasinya. 

Waallahua'lam