Kulit udang merupakan material maju (advance material)

Kulit udang, kepiting, serangga & sebagian jamur mengandung zat kimia yang disebut kitin. Kitin termasuk jenis karbohidrat sebagaimana selulosa yang terdapat dalam serat tumbuhan. Perbedaan struktur selulosa dengan kitin adalah adanya gugus amida yang terdiri dari amino (-NH-) dan asetil (CH3COO-). Secara kimia gugus asetil dapat dipotong sehingga tinggal gugus amino (-NH2). Struktur yang baru ini tidak lagi disebut kitin tetapi kitosan. Perubahan struktur ini meningkatkan kegunaan jenis karbohidrat ini karena meningkatnya kelarutan dan keberadaannya gugus amino yang bebas, sehingga memberikan manfaat yang banyak. Tercatat lebih dari 100 jenis kegunaan kitosan dan sebagian besar berhubungan dengan nanoteknologi. Keberadaan gugus amino pada kitosan menyebabkan ia menyerap logam berat sehingga digunakan dalam pengolahan air limbah. Sifat kitosan yang menyerupai plastik transparan, dan dapat mencegah pertumbuhan mikroba maka kitosan digunakan sebagai pembungkus makanan. Kitosan juga digunakan dalam pembuatan obat yang terurai perlahan (slow release drug). Kitosan digunakan untuk membalut antibiotik sehingga terurai secara perlahan dalam 24 jam sehingga dosis pemakaian antibiotik dapat diturunkan secara drastis dibandingkan dengan dosis obat konvensional. Sifat antimikroba pada kitosan menyebabkan kitosan digunakan sebagai plaster luka, benang operasi dan kain anti mikroba. Sifat kitosan yang membentuk larutan kental dimanfaatkan untuk penstabil koloid logam nanopartikel untuk material dalam nanoteknologi.

Sumber kitosan paling murah biasanya berasal dari limbah industri udang. Kulit dan kepala udang diolah menjadi kitin dan kemudian kitosan, sehingga nilai tambahnya meningkat sangat tinggi.


Wallahua'lam