Invensi yang terinspirasi dari fenomena alam

Banyak sekali ayat-ayat Al-Qur'an yang menyuruh manusia berfikir dan memikirkan fenomena alam untuk mengambil pelajaran dan mengangungkan penciptanya yaitu Allah SWT. Diantara ayat itu adalah QS.Shaad, 38:29; QS. An-Nahl, 16:44; QS. Al-Baqarah, 2:164 dan banyak lagi yang lainnya. Banyak yang membaca Alquran tetapi sedikit mengimplementasi apa yang dibaca apalagi yang sifatnya masuk rana IPTEK yang seolah-olah dipahami hanya kepentingan urusan dunia belaka.

Sesungguhnya banyak invensi yang idenya muncul setelah memperhatikan fenomena alam, namun disayangkan tidak didominasi oleh penemuan umat Islam dan justru dilakukan oleh non muslim tidak yang membaca Alquran.

Ambil saja contoh penemuan Velcro yaitu sejenis bludru yang merekat sendiri yang biasa dipasang di sepatu. Velcro ditemukan oleh George de Mestral tahun 1940-an saat itu dia memperhatikan rumput yang lekat pada celana dan bulu anjingnya. Dia berpikir bagaimana bunga rumput ini dapat menempel. Setelah dia perhatian ternyata ada bulu-bulu kecil yang bengkok karena itu pula dapat menusuk & merekat pada permukaan berbulu lainnya sehingga dia meniru menjadi produk buatan, mencoba efektifitasnya, hingga diproduksi beludru Velcro dalam industri besar.

Contoh lainnya yang relatif baru yaitu tahun 2004 ialah kelompok ilmuwan Harvard yang terinspirasi bentuk sirip ikan paus untuk menjadi blade (daun baling-baling) pada  turbin angin. Dengan bentuk seperti itu baling-baling dapat mengangkap angin lebih banyak mungkin juga kurang kebisingannya karena dengan model yang hampir sama sejumlah ilmuwan membuktikan menurun kebisingan baling-baling secara signifikan jika bentuk bladenya mirip bulu sayap burung hantu yang berigi. Setelah diamati sayap burung hantu tidak berbunyi saat terbang bahkan saat menerkam mangsanya. Bunyi sayapnya tidak terdengar oleh mangsanya yang memiliki sistem pendengaran jauh lebih sensitif daripada pendengaran manusia.

Profesor sains tumbuhan (plant science), Wilhelm Bathlott telah mengkomersialkan produk penolak debu setelah memeriksa di bawah mikroskop elektron daun teratai yang kenap air (mirip prinsip kerja daun talas). Di bawah mikroskop dia mengamati bahwa adanya duri-duri yang sangat halus (berukuran nano meter) yang rapat ternyata dapat menahan tetesan air sehingga tidak mencapai permukaan daun, menyebabkan air tidak melekat sehingga menjadi kedap air, dia membuktikan hal sama juga terhadap debu. Dari laporan penelitian ini terinspirasi  berbagai penelitian nanopartikel lanjutan untuk menciptakan bahan kedap debu menggunakan berbagai material seperti TiO2 nanopartikel dan material lainnya. Penemuan ini menghasilkan kaca mobil & kaca jendela, cat, wall paper  yang tidak menangkap debu sehingga mudah tercuci oleh air hujan. Sungguh pun demikian sesungguhnya hukum alam (ilmu Allah) hanya sedikit yang diketahui oleh manusia, dibandingkan banyaknya ilmu alam itu sendiri. Seandainya semua rahasia alam di bumi sudah diketahui ternyata itu baru satu dari sekitar 10 triliun planet (benda-benda angkasa) yang ada di alam ini. Jika air laut ( sekitar 1,37 milliar km kubik) yang ada di bumi dijadikan tinta, belum cukup untuk menulis semua ilmu Allah yang ada di alam semesta. Demikian dimisalkan oleh firman Allah dalam Al-Qur'an ( silakan dibuka QS. Al-Kahfi, 109; QS. Luqman, 27) yang disampaikan kepada Rasulullah yang buta huruf, dimasa ratusan tahun yang lalu, maha benar Allah atas segala firman Nya.

Wallahua'lam