Lembah Kematian semangat sebelum mencapai komersialisasi hasil riset

Dari awal memang sudah dua kategori riset yaitu riset dasar dan terapan. Riset dasar outputnya jurnal hasil penelitian, sedangkan riset terapan diharapkan berupa paten, prototipe, model, produk, start up bisnis dll. Setiap riset idealnya berakhir dengan komersialisasi agar anggaran pendidikan memberikan manfaat bahkan keuntungan yang lebih besar dari investasi yang sudah dikeluarkan. Tetapi diperlukan 9 tahap yang mencapainya, diantara tahapan itu terdapat lembah Kematian semangat untuk meneruskannya karena berbagai kendala. Dimulai dengan hasil riset hanya sebatas untuk memperkaya ilmu pengetahuan, belum jelas atau masih jauh aplikasinya. Ini yang dominan terjadi termasuk di negara maju. Ratusan miliar bahkan triliunan  kalau pun ada masih sebatas publikasi di jurnal, lulusan PT, atau dokumen paten. Riset terapan juga akan segera berakhir, bila mana produk yang dihasilkan tidak memenuhi standar industri. Proses produksi yang kurang visibel, tidak ada investor yang bersedia memproduksi, tidak mendapatkan respon pasar dan problematika lainnya.

Tahapan yang disebut di atas tahapan ideal yang biasa terjadi di negara maju. Di negara berkembang masalahnya lebih kompleks lagi bahkan itu terjadi di awal sebelum melakukan penelitian. Dana penelitian yang lambat cair, bahan harus dipesan dari luar negeri, laboratorium yang kurang lengkap atau pengelolanya tidak profesional, laporan keuangan yang berbelit-belit, mahasiswa yang mengerjakan riset hanya taraf S1 tapi tagihan publikasi harus di jurnal bereputasi dan lainnya. 

Upaya untuk mengatasi masalah itu dimulai dengan merencanakan riset lebih awal dengan roadmap yang detail sehingga sebagian kendala dapat diantisipasi. Bahan dapat dipesan lebih awal, dicari mitra yang berpengalaman atau memiliki fasilitas lab yang lebih baik. 

Topik riset diupayakan memiiki aplikasi yang jelas yang akan dituju dan diperkirakan memiliki potensi bisnis walaupun hasil riset nantinua belum tentu sesuai harapan tetapi sudah jelas roadmap. Dapat dimulai dari riset dasar untuk menuju aplikasi

Risiko masuk ke lembah kematian semangat dapat berkurang seandainya ada peran perguruan tinggi mengundang pihak industri untuk membahas masalah mereka yang dapat dikaji oleh peneliti di perguruan tinggi dengan ada atau tanpa dana dari mereka. Cara lainnya membuat perjanjian magang mahasiswa tingkat akhir & dosen untuk menemukan upaya peningkatan atau penyelesaian di industri

Industri juga dapat sebaiknya dilibatkan mengembangkan start up (unit kegiatan bisnis bagi pemula) sehingga menjadi arah riset pengembangannya. Kajian terhadap peningkatan  kualitas produk baru yang dikembangkan di start up dapat menjadi motivasi riset terapan yang langsung menuju komersialisasi. Dodol Aceh misalnya misalnya dapat dikaji menjadi makanan berkhasiat obat dengan menambahkan supplement alami yang terbukti secara  ilmiah berkhasiat, kompatibel  dan diminati dari segi rasa, aroma & warna. Jika industri tdk berani berinvestasi karena masih beresiko tinggi mestinya ada regulasi agar CSR mereka difokuskan untuk mengembangkan start up di kampus atau di luar kampus, 

Waallahua'lam