Pengetahuan komputer akan menjadi andalan di era RI 4.0

Di era revolusi industri 4.0, ditandai perkembangan pesat dalam penggunaan komputer dan internet. Sehingga dikenal istilah Internet of Things (IOT) yang maknanya kira-kira segala urusan menggunakan internet. Misalnya pengamanan di rumah yang semula dilakukan secara manual akan berubah menjadi pengawasan mesin (komputer yang terhubung internet). Sehingga keamanan rumah dapat dipantau dari jarak jauh dengan menggunakan jasa internet untuk  mengetahui dan mengendalikan keamanan di rumah. Hal yang sama juga dapat dilakukan untuk mengontrol proyek & industri dari jauh. Oleh sebab itu satpam & mandor juga harus memiliki pengetahuan IT untuk mengoperasikan sistem dan melaporkan adanya ciber crime. Contohnya IoT lainnya ialah perangkat keamanan mengemudi. Sebelum  mengendarai mobil tersedia laporan keadaan di Jalan, kemacetan & jalur alternatif yang ditawarkan untuk dilalui hanya dengan mengaktifkan monitor dengan suara tanpa harus menyentuh keyboard. Pada era ini juga akan berkembang pembayaran non tunai karena kemudahan & keamanannya. Pembayaran dapat dilakukan hanya menscan QR code dari handphone. Transaksi menjadi lebih aman karena semua identitas pelanggan sudah terekam di Bank. 

Selain IoT juga akan ditandai banyaknya komputer atau gadget pintar yang menggunakan artificial intelligence (AI). Tersedia alat-alat canggih yang bekerja secara otomatis karena dilengkapi AI yang mendekati kepintaran manusia. Contoh AI yang sudah ada adalah Google Drive, dimana pengemudi cukup menyebutkan alamat, maka komputer akan menunjukkan arah perjalanan dan mengomentari secara lisan jika pengemudi menuju jalan yang salah. Komputer pada awalnya hanya bisa mengenal kode misalnya bar code (garis-garis dengan ketebalan yg bervariasi) seperti yang biasa ditempelkan pada barang-barang untuk merekam harganya di swalayan. Diperkirakan nanti  akan berkembang lebih canggih lagi misalnya komputer yang dapat mengenal wajah, yang dapat membedakan suara, yang dapat menditeksi lantai yang kotor dan sebagainya sehingga dapat secara otomatis diprogramkan untuk melakukan aksi misalnya membuka atau menutup pintu, memanggil ambulans atau polisi. Banyaknya aktivitas program komputer yang diproses sangat cepat dan hampir simultan serta komputer dapat belajar dari sejumlah kesalahannya maka disebut memiliki kepintaran buatan atau AI. Jika program itu pasang pada robot maka robot dapat membersihkan ruangan secara otomatis dan lainnya. Oleh sebab itu pembelajaran ilmu komputer dasar tidak lagi cukup pada operasional MS-office seperti yang terjadi tahun 1990an melainkan perlu ditingkatkan minimal ke tingkat kemampuan mengkoding. Tapi kenyataannya banyak prodi sudah menghapus mata kuliah ini yang awalnya menjadi mata kuliah wajib untuk semua jurusan. SKS mata kuliah komputer dasar untuk semua program studi hendaknya dapat ditambah untuk  mengantisipasi perkembangan zaman. Wallahua'lam