Banyak celah prosedur yang dapat menyebabkan pengelola anggaran masuk penjara

Banyak yang antusias ingin menjadi pengelola anggaran pemerintah karena diyakini akan mendapat tambahan penghasilan dan juga dihormati. Namun di balik itu, pekerjaan ini rawan kesalahan prosedur administrasi dalam pelaksanaannya, selain godaan materi, paling rendah gratifikasi baik karena terpaksa untuk kesejahteraan karyawan atau sponsor maupun karena nafsu sendiri. Sehingga banyak kasus berakhir dengan tuduhan korupsi paling tidak karena dianggap kurang pengawasan, kesalahan prosedur dll. Pengelola anggaran kalau pun tdk sampai masuk Penjara tetapi akan menjadi saksi, dihujat & tekanan psikologis lainnya. Pengelola anggaran termasuk di antaranya pengguna anggaran (menteri), kuasa pengguna anggaran (Gubernur, Bupati/Walikota, Rektor) & kepala satuan kerja seperti (kepala dinas/direktur/unit dll), PPK, (pimpro), penguji SPM & bendahara dll. Celah kesalahan tersebut dapat terjadi;
(1) Kesalahan program dalam DIPA misalnya lahan yg masih bermasalah sementara proyek harus dilaksanakan, salah mata anggaran, juknis yg tdk detail, dll.
(2) Kesalahan saat pengadaan barang & jasa. Proses lelang tdk fair, menyalahi aturan, panitia lelang tdk profesional, harga barang/jasa yg tdk wajar dll.

(3) Monev yg lemah saat pelaksanaan proyek. Konsultan pengawas yg tdk peduli, pemeriksa barang yg mudah disuap, akal-akalan menjelang penutupan anggaran, lokasi sukar diverifikasi (pengadaan kapal di tengah laut, penimbunan lahan rawah dll)
(4) Evaluasi outcome & laporan akhir proyek (PHO), masalah masih dapat terjadi diakhir proyek. Misalnya kurang tepat sasaran, tdk ada bukti, kurang bermanfaat, memunculkan masalah baru dll. 
Semua kesalahan akan dipertanggungjawabkan oleh pengelola anggaran. Kesalahan bisa hanya sampai di PPK atau terus sampai ke menteri. Setiap kerugian negara diikuti oleh menguntungkan orang lain atau diri sendiri. Kesalahan diawali melanggar aturan yg disadari atau tidak tetapi setiap dokumen yg ditandatangani sudah bermakna disengaja. Semua ini menjadi dalil lengkap seseorang terjerat korupsi.
Karena itu bagi orang tidak diberi jabatan tidak perlu bersedih bahkan selayaknya bersyukur karena tidak menambah resiko hidup di dunia dlm antara tenang dan susah, dan resiko dalam kehidupan akhirat antara surga dan neraka. Semoga kita menjadi orang ikhlas sehingga tdk mudah digoda syaitan.